JENEPONTO. SULSEL - Pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir terus menunjukan komitmennya dengan langkah nyata selama setahun kepemimpinannya bersama Wabup Islam Iskandar untuk mewujudkan Jeneponto Bahagia.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut hampir seluruh indikator makro pembangunan selama 2025 menunjukkan progres yang sangat signifikan. Hal ini, berdasarkan grafik laju pertumbuhan ekonomi daerah yang dirilis akhir 2025.
Dimana, perekonomian Kabupaten Jeneponto menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada periode sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jeneponto tercatat sebesar 5, 4%, kondisi tersebut terbilang relatif sedang. Namun demikian 2025 pentumbuhan ekonomi Jeneponto mengalami peningkatan cukup signifikan menjadi 6, 59℅ yang menunjukkan arah pemulihan dan peningkatan aktivitas ekonomi.
Pada tingkat kemiskinan Kabupaten Jeneponto tercatat 14.28%. Selanjutnya di 2025, angka tersebut mengalami penurunan menjadi 11, 42% atau sekitar 42, 56 ribu jiwa.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu setahun terakhir terdapat penurunan sebesar 2, 86℅. Dengan angka tersebut menjadikan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu daerah dengan progresifitas penurunan kemiskinan yang tertinggi di Sulsel.
Tak sampai disitu, BPS juga merilis keberhasilan Bupati Jeneponto Paris Yasir terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Jeneponto.
Pihaknya menyebut bahwa pada 2024 tercatat sebesar 2, 38% TPT kemudian mengalami penurunan pada 2025 menjadi 1, 88℅. Dengan demikian terjadi penurunan sebesar 0, 50℅ yang menunjukkan adanya perbaikan dalam kondisi ketenagakerjaan di daerah.
Menurut BPS, Penurunan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak angkatan kerja yang terserap kedalam berbagai lapangan pekerjaan, baik di sektor formal maupun informal.
Kemudian, perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jenepento pada 2021-2025, terlihat adanya tren peningkatan yang cukup konsisten dalam kualitas pembangunan tercatat sebesar 64, 56.
Pada 2024 lalu, IPM Kabupaten Jeneponto mencapai 69, 45, numun di 2025 IPM meningkat menjadi 70, 25. Dengan demikian, dalam kurun waktu setahun terakhir, IPM Kabupaten Jeneponto mengalami kenaikan sebesar 5, 73 poin. Dengan nilai 70, 25 tersebut maka IPM Jeneponto sudan masuk kategori tinggi.
Data tersebut juga diperkuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto.
Kepala Bappeda Jeneponto, Alfian mengatakan, capaian ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen dan langkah nyata selama setahun kepemimpinan Bupati Jeneponto H. Paris Yasir.
"Angka ini menunjukkan progres yang sangat signifikan. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 1.88% sebuah angka yang menjadikan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu daerah dengan angka TPT terendah di Sulsel, " ujarnya.
Tak hanya itu, kata Alfian, Pertumbuhan ekonomi melejit menjadi 6, 59% tertinggi dalam 5 tahun terakhir dan tertinggi kelima di Sulsel.
"Pembangunan yang gencar dilakukan pada 2025 meningkatkan indeks daya saing daerah menjadi 3, 51. IPM juga melejit melampaui batas daerah dengan IPM sedang (diatas 70) dengan indeks 70, 25 pada tahun 2025, " ungkap Alfian kepada Indonesiasatu.co.id, Minggu (12/4/2026).
"Jika trend perbaikan ini bisa berlanjut maka bukan tidak mungkin, pada akhir periode kepemimpinan beliau, Jeneponto sudah bisa masuk 5 besar daerah dengan pembangunan terbaik, " sambungnya. (**)

Updates.