JENEPONTO, SULSEL - Perhelatan pemilihan calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Tanammawang menuai protes keras dari sejumlah calon BPD yang bakal bertarung di Desa Tanammawang, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto yang dihelat serentak pada Senin, 27 April 2026 mendatang.
Salah satu calon BPD, Maryuni H, menyebut ada 3 calon memprotes menolak pemilihan. Sebab, panitia BPD Desa Tanammawang diduga kuat berpihak kesalah satu calon tertentu dan diduga memasukkan daftar nama-nama pemilih yang tidak sesuai dengan kriteria.
Ia menilai bahwa nama-nama pemilih yang ditujuk oleh panitia dari enam Dusun di Desa Tanammawang, baik kader, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pengurus TK TPA kebanyakan bersudara, sementara banyak pemilih lain yang bisa diambil.
"Ada tiga calon yang menolak pemilihan BPD. Saya sendiri berpendapat yang ditunjuk oleh panitia BPD ini adalah orang-orang yang bisa diarahkan untuk memilih salah satu calon tertentu, " ucap Maryuni kepada media, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, setiap kategori (tokoh) di Desa itu pemilih hanya satu orang. Misal, kader satu orang, tokoh perempuan satu orang, dan tokoh masyarakat satu orang.
"Kan ada ji beberapa pilihan, setiap kategori satu orang saja yang diambil, karena banyak pemilih yang lain, " ujarnya.
Parahnya lagi, Maryuni menuturkan terdapat beberapa pemilih yang pulang dari perantauan dimasukkan sebagai tokoh perempuan dan tokoh masyarakat.
"Pasti kan kita tauji, apalagi ini kita satu kampung (desa). Kemudian yang harusnya ditunjuk itu adalah yang masih aktif di desa, punya peran, dan punya konstribusi di desa, " tuturnya.
Anehnya lagi, sejumlah calon BPD Desa Tanammawang tidak dilibatkan pada saat musyawarah penetapan daftar nama-nama pemilih.
"Harusnya saat penetapan pemilih kita dihadirkan, baik calon maupun tokoh masyarakat. Nah ini cuma panitia sendiri yang rapat dan menetapkan nama-nama pemilih, " kesalnya.
Tak hanya itu, sejumlah calon juga mempertanyakan keterlibatan adanya RK yang tiba-tiba dipasang, padahal sebelumnya tidak ada.
"Ini juga RK tiba-tiba ada dipasang, sehingga kita pertanyakan legalitasnya, apakah ada SKnya atau tidak, " tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia BPD Desa Tanammawang, Rusli, membantah bahwa informasi tersebut tidak benar. Namun, kadang memang terjadi kontroversi antara calon dengan Panitia.
"Begitu memang calon, tidak mungkin semua calon kita mau dengar kalau calonga memprotes ini kasih masuk eh, " katanya.
Menurut Rusli, panitia sudah melakukan tugasnya dengan baik dan benar bahwa setiap tokoh hanya satu yang diambil (perwakilan).
"Jadi satu-satu ji diambil, tokoh masyarakat satu orang, tokoh agama satu, tokoh perempuan satu, " sebutnya.
Terpisah, Sekertaris Panitia BPD Desa Tanammawang, Dandi, juga membantah adanya panita yang diduga berpihak ke salah satu colon.
"Informasi itu tidak benar, kami panitia tetap netral, tidak ada kecurangan dan tidak berpihak kesalah satu calon tertentu, " bantah Dandi.
"cuma di Dusun Tangkuluka itu ada 3 calon, dari tiga calon ini satu orang yang protes. Kita juga tidak tau apa alasannya sehingga tidak terima, " sambungnya.
Padahal lanjut Dandi, dari enam dusun di Desa Tanammawang, lima Dusun yang sudah sepakat bahwa setiap dusun diambil sebanyak 15 orang calon pemilih.
Ia menyebut ada 13 calon BPD di Desa Tanammawang yang ikut bertarung. Adapun daftar nama-nama calon pemilih yakni, kepala dusun, imam dusun, tokoh pemuda, RK, tokoh masyarakat, tokoh, perempuan, kelompok tani, pengurus masjid dan pengurus TK TPA.
"Jadi yang masuk daftar pemilih ini memang betul-betul berdomisili di desa dan semua aktif berkonstribusi di desa, " pungkasnya. (**)

Updates.